News

C59 MEMBANGUN SEMANGAT WIRAUSAHA SAMPAI KE LARANTUKA

29 October 2014

Larantuka kota yang kunjungi C59 ini merupakan Ibukota dari Kabupaten Flores Timur. Larantuka memiliki arti ‘tempat bertemu’ dalam bahasa Lamalohot, bahasa pergaulan (lingua franca) daerah Flores bagian timur termasuk kepulauan di Adonara, Lembata, Alor, dan Solor. Di kota inilah budaya Lamalohot, Portugis, dan Melayu berpadu. Pada abad ke-19, Portugis menjual hak penguasaannya atas Flores kepada Belanda sehingga semenjak saat itu, pengapalan kayu cendana menurun tajam dan masyarakat setempat tidak lagi memperoleh kesejahteraan dari perdagangan. Saat itulah masyarakat di Larantuka dan sekitarnya menjadi masyarakat yang tergantung pada usaha bercocok tanam demi menghidupi kebutuhan sehari-hari.

Saat ini, Larantuka termahsyur karena adanya event besar keagamaan yang disebut Semana Santa yang juga dihadiri C59. Bangunan terpenting yang berhubungan dengan kegiatan kerohanian ini ialah Katedral Reinha Rosari, Kapel Tuan Ana (Chapel of Jesus Christ), dan Kapel Tuan Ma (Mother Mary Chapel). Ketiga bangunan ini adalah pusat dari kegiatan paskah tahunan. Selain Kegiatan Prosesi tersebut Larantuka juga menawar keindahan-keindahan lain yang sangat Eksotis dan kebanyakan masih sangat alami, mulai dari panorama alam laut, bukit , sungai, gunung, danau hingga megahnya pesona bawah laut lengkap tersaji dengan pemandangan yang sangat luar biasa indahnya.

Pada tanggal 20-24 Oktober 2014, Raker Komisi Kepemudaan Regio Nusa Tenggara mengundang owner C59 yaitu Marius Widyarto Wiwied untuk berbagi ilmu dan pengalaman mengenai sepak terjangnya di dunia wirausaha bisnis kaos. Dalam perjalanan kali ini juga diisi dengan wisata religi dengan mengunjungi gereja-gereja Larantuka dengan seluruh peserta seminar.