News

Cerita Unik Kancing Baju

13 February 2017

Kancing, pada perkembangannya hingga sekarang ini sangat erat hubungannya dengan mode. Penelitian para arkeolog menemukan bahwa kancing telah dipakai lama dan lama sekali. Mereka mengklaim bahwa kancing telah dipakai jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Namun, kancing baru menjadi populer sekitar tahun 1200-an ketika jubah mulai longgar.

Berikut ini adalah beberapa cerita unik lain tentang sejarah kancing baju.

Kancing awalnya terbuat dari kerang

Kaos C59

Dewasa ini, kancing baju dibuat dari bahan plastik atau logam, sedangkan zaman dahulu orang memakai kancing yang terbuat dari kerang, beling, kulit, mutiara bahkan dari emas seperti yang pernah dilakukan oleh orang Yunani, 4000-an tahun yang lalu. Cerita yang berkembang seputaran kancing berbahan baku kulit kerang ini adalah ketika persediaan kulit kerang dunia mulai menipis pada sekitar tahun 1870-an, orang-orang Inggris berpikir-pikir akan membongkar Balai Kota Birmingham. Kota Birmingham, Inggris, adalah salah satu pusat industi kancing pada sekitar abad ke-19. Balai Kota Birmingham rupanya fondasinya menyimpan kulit kerang dalam ukuran yang sudah berton-ton banyaknya. 

Kancing pada lengan jas

Pada jas, terdapat kancing yang dipasang berderet pada bagian pergelangan lengan. Kalau dipikir-pikir kancing pada bagian tersebut tidak ada gunanya selain sebagai hiasan. Namun, ada sejarah unik tentang kancing pada bagian pergelangan lengan ini.

Sekitar tahun 1700-an ketika Prusia diperintah oleh Raja Friderich Agung, tentu dia memiliki sejumlah tentara yang sering diperintahnya untuk berperang. Raja ini konon katanya sangat disiplin dan pembersih, karena sering turun ke medan untuk memeriksa para tentaranya. Dia pernah dibuat kesal oleh para tentaranya, yaitu pada saat dia menemukan lengan seragam tentaranya sangat kotor dan dekil, lebih dekil dari bagian manapun. Selidik punya selidik, akhirnya misteri dekilnya ujung lengan seragam tentaranya terungkap. Yaitu, para tentaranya sering memfungsikan ujung lengan bajunya sebagai “lap” penyeka keringat muka.

Akhirnya Raja menemukan akal. Yaitu dengan memerintahkan orang-orang untuk memasang kancing di ujung lengan tersebut. Para prajurit yang masih “bandel” ingin menyeka keringat dengan ujung bajunya akan mendapatkan wajah yang merah-merah akibat lecet-lecet karena beradu dengan kancing. Sekarang pun mode kancing di ujung lengan baju ditiru untuk dipergunakan pada jas sipil, namun sebagai fungsi untuk hiasan saja dan bukan untuk penyeka keringat.